Posts

Pembelajar

Masih teringat yang disampaikan mahasiswa kemarin diawal presentasinya. Selasa pagi kemarin. "Jadi saya dan kelompok saya akan mendesain poster tentang bagaimana menghindari information overload. Tapi sebelumnya saya searching dulu mencari lebih jauh tentang apa itu information overload" Upayanya ini yang membuat saya terkesan. Buat kita mungkin hal itu biasa. Tapi Saya sangat mengapresiasi apa yang mahasiswa ini lakukan diawal masa mengerjakan tugasnya. Mencoba memahami apa yang harus dia kerjakan. Sementara mahasiswa lain mungkin langsung berupaya mengerjakan tugas dengan menjawab pertanyaan ditugas. Mahasiswa yang mengajukan diri untuk presentasi pertama ini mengaku ingin presentasi diawal karena ada hal yang ingin ditanyakan. Dari hasil pencariannya dia menemukan dua konsep information overload , dia meminta pendapat saya konsep yang mana yang mereka bisa gunakan. Saya tidak memilihkan. Hanya menjelaskan yang saya pahami. Kemudian saya minta untuk memilih sendiri ko...

Voice call

Meski sudah lebih dari sebulan mengajar jarak jauh dengan menggunakan aplikasi teams, baru dua hari kemarin akhirnya saya memutuskan menggunakan fitur voice call. Bukannya apa-apa tetapi diawal saya menghindari penggunaan video ataupun audio call dengan pertimbangan kuota yang dimiliki mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki akses Internet sama seperti ketika mereka dikampus. Disini saya ingin menuliskan refleksi saya setelah berinteraksi dengan mahasiswa pasca voice call. Pertama, eksistensi. Saya lebih merasakan kehadiran mereka. Artinya apa? saat saya mendengarkan mereka berbicara secara live saya seperti berada diruang kelas dan berhadapan dengan mereka. Tidak seperti benar-benar berada di kelas sih, namun setelah sebulan lebih hanya berkomunikasi melalui teks, ada suasana yang berbeda ketika kami 'berbicara'. Ini mengisyaratkan kepada saya sendiri bahwa berkomunikasi melalui teks bisa dilakukan dalam perkuliahan online, namun perlu sekali dua kali voice call untuk ...

Sintesis

Image
Ini dia arti sintesis yang selama ini saya cari dan paling mendekati maknanya. Sintesis selama ini bisa artikan sebagai merelasikan, menggabungkan, mengelompokkan berbagai ide dan bacaan. Ketika disambungkan ke ranah penelitian, sintesis bisa diterjemahkan sebagai menggabungkan beberapa temuan yang kita peroleh saat membaca literatur.  Melalui slide yang dibagi teman siang ini saya merasa lebih nyaman dengan penterjemahannya. Sintesis,  seni memunculkan makna, menemukan pola, dan menentukan arah. Sangat filosofis? Ya. Karena istilah makna -  meaning sendiri menurut saya adalah sebuah istilah yang hanya dapat diperoleh melalui persepsi dan keterampilan pribadi pembaca dalam memunculkan sesuatu yang ia lihat dari sebuah teks. Maka, bagi peneliti ketika akan melakukan sintesis untuk keperluan literature review  yang perlu ditemukan dari membaca literatur adalah menemukan makna. dan dilanjutkan dengan merangkai pola dari beberapa konsep yang sudah ada.  ...

Publikasi

Awalnya hanya membahas beberapa contoh scholarly communication, diantaranya peer-reviewed journals. Tapi sebelum berbicara lebih lanjut saya ingin memastikan bahwa anak-anak paham apa itu peer-reviewed journals . Saya beri mereka waktu 5 menit untuk menggunakan semua sumber informasi mereka untuk menemukan definisinya. Kemudian satu persatu mengangkat tangan menyampaikan temuannya. Setelah 3 mahasiswa berbicara saya kemudian mengklarifikasi dan bercerita lebih lanjut perspektif saya tentang apa itu peer-reviewed journals . Menariknya, bermula dari hal ini diskusi kami berlanjut secara alami ke serba-serbi dunia penerbitan. Mulai dari proses penelitian, penulisan laporan penelitian, submit ke jurnal, hingga penerbitan dan pengalihan hak cipta dari penulis ke penerbit. Topik bahasan di kelas berlanjut ke peran penerbit hingga hak akses. Dan tanpa saya duga diskusi kami mengarah ke model open access. Di model ini pun kami menemukan serba-serbi open access. Memang benar adanya, bahwa...

Sang Moderator

Beberapa kali menghadiri seminar dibeberapa kota seperti Surabaya, Semarang dan Jakarta saya melihat peserta sangat sering mengalihkan perhatiannya ke handphone atau gadget mereka disaat narasumber sedang menyampaikan materinya. Berposisi sebagai peserta kita mungkin merasa hal itu sesuatu yang biasa. Tapi buat narasumber hal itu bisa ditangkap sebagai pesan, peserta tidak lagi tertarik dengan materi yang disampaikan. Baru-baru ini saya menjadi moderator seminar disatu kota. Ditengah-tengah presentasi saya menangkap intonasi beliau berubah, tidak lagi energik seperti dimenit-menit awal namun mengalami penurunan. Tidak lama beliau tanya ke saya apakah peserta perlu waktu untuk break. Saya menduga beliau sedikit lelah karena memang rangkaian kegiatan beliau cukup padat dibeberapa hari sebelumnya. Namun pas saya melihat kedepaan saya menjumpai pemandangan bahwa sebagian besar peserta sibuk dengan handphone masing-masing. Saya tidak pernah menjumpai pemandangan seperti ini selama saya ...

We actually know very little

Saya tidak biasa melihat halaman persembahan atau kata pengantar ketika menguji skripsi atau tugas akhir mahasiswa. Tapi hari ini saya 'terpaksa' melihat satu halaman ini. Ternyata halaman ini  mempunyai arti khusus bagi mahasiswa. Paling tidak bagi mahasiswa yang saya dan rekan saya uji laporan tugas akhirnya siang tadi. Ujian sudah hampir selesai. Rekan saya selaku ketua penguji sudah hampir menyampaikan kata penutup. Tapi beliau membuka halaman persembahan dan mengatakan ada kata-kata dihalaman persembahan itu yang beliau tidak biasa temukan dilaporan akhir mahasiswa. Mahasiswa tersebut mengiyakan sebelum kemudian menangis. Ia mengatakan bahwa tugas akhirnya ia persembahkan buat almarhum ayahnya. Ia bercerita ia berusaha keras menyelesaikan tugas akhirnya secepat mungkin saat ia mendapatkan surat ijin bimbingan. Dan saya, yang mendapatkan rejeki membimbingnya memang tidak pernah berniat untuk memperlama apalagi mempersulit pekerjaan mahasiswa. Mahasiswa ini mampu menyele...

1st, Semarang, Tembalang

My 1st ride today. Agak kesiangan sebenarnya mulainya. Jam 8 lebih. Alhasil baru sekitar 5km bagian atas kepala mulai terasa panas. Baru ingat gak pakai topi. Dari rumah pingin menuju patung kuda Undip. Putar balik menuju kampus Undip. Bablas kerumah. ALhamdulillah sampai rumah kaki baik2 saja. Sempat kawatir kaki bakal sakit karena hampir setahun tidak sepedaan. 13km sepertinya is a good number to kick on the good habit. Not too far but it's enough to get the feeling back. Keren juga lihat map yg ditampilkan relive.com. Sekedar berbagi disini sekaligus sebagai pengingat, sepedaan pertama ditahun 2019 https://www.relive.cc/view/2151804513 Semoga bisa berlanjut dan rutin. Dan yg penting semoga traffic dikota Semarang bersahabat dengan saya :)