Voice call


Meski sudah lebih dari sebulan mengajar jarak jauh dengan menggunakan aplikasi teams, baru dua hari kemarin akhirnya saya memutuskan menggunakan fitur voice call. Bukannya apa-apa tetapi diawal saya menghindari penggunaan video ataupun audio call dengan pertimbangan kuota yang dimiliki mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki akses Internet sama seperti ketika mereka dikampus. Disini saya ingin menuliskan refleksi saya setelah berinteraksi dengan mahasiswa pasca voice call.

Pertama, eksistensi. Saya lebih merasakan kehadiran mereka. Artinya apa? saat saya mendengarkan mereka berbicara secara live saya seperti berada diruang kelas dan berhadapan dengan mereka. Tidak seperti benar-benar berada di kelas sih, namun setelah sebulan lebih hanya berkomunikasi melalui teks, ada suasana yang berbeda ketika kami 'berbicara'.

Ini mengisyaratkan kepada saya sendiri bahwa berkomunikasi melalui teks bisa dilakukan dalam perkuliahan online, namun perlu sekali dua kali voice call untuk memberikan kesan terhadap mahasiswa bahwa kita 'ada' dan bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan human 😉

Kedua, variasi belajar. Saya ingin kembali mengatakan bahwa mengajar bukan semata menyampaikan materi. Done. Bukan. Namun lebih dari itu, bagi saya yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengalami berbagai macam metode komunikasi didalam suasana perkuliahan. Variasi metode belajar bisa sangat efektif untuk menghilangkan kesan jenuh dari para generasi milennials ini. Tak mengapa semisal di mata kuliah lain pengajarnya sudah mengandalkan video call sebagai metode mengajar utama. Namun setidaknya di mata kuliah ini mereka melakukan sesuatu yang selalu berganti. And that's good psychologically for this subject. 

Sementara ini dua manfaat ini yang bisa saya temukan. Seiring waktu berjalan melakukan perkuliahan mungkin akan ada lagi catatan-catatan kecil pengalaman kami saat berada didunia maya, dalam konteks belajar.

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little