Sang Moderator

Beberapa kali menghadiri seminar dibeberapa kota seperti Surabaya, Semarang dan Jakarta saya melihat peserta sangat sering mengalihkan perhatiannya ke handphone atau gadget mereka disaat narasumber sedang menyampaikan materinya. Berposisi sebagai peserta kita mungkin merasa hal itu sesuatu yang biasa. Tapi buat narasumber hal itu bisa ditangkap sebagai pesan, peserta tidak lagi tertarik dengan materi yang disampaikan.

Baru-baru ini saya menjadi moderator seminar disatu kota. Ditengah-tengah presentasi saya menangkap intonasi beliau berubah, tidak lagi energik seperti dimenit-menit awal namun mengalami penurunan. Tidak lama beliau tanya ke saya apakah peserta perlu waktu untuk break. Saya menduga beliau sedikit lelah karena memang rangkaian kegiatan beliau cukup padat dibeberapa hari sebelumnya. Namun pas saya melihat kedepaan saya menjumpai pemandangan bahwa sebagian besar peserta sibuk dengan handphone masing-masing.

Saya tidak pernah menjumpai pemandangan seperti ini selama saya berada diluar negeri. Baik saat dalam kondisi rapat, pertemuan orang tua siswa, bahkan disebuah seminar atau pelatihan. Masing-masing menaruh perhatian penuh ke pembicara dan ke seluruh peserta. Menurut saya ini adalah bentuk penghargaan dari peserta ke pembicara, karena pembicara telah bersedia meluangkan waktunya disaat itu untuk fokus ke materi dan audiens nya. Jadi merupakan hal yang lumrah apabila para peserta melakukan hal yang sama ke pembicara.

Saya paham kebiasaan dimasing-masing negara berbeda, tapi apakah kita tidak bisa meniru kebiasaan baik dalam upaya menghormati satu sama lain? saling mendengarkan, ke pembicara dan ke sesama peserta? Saya rasa kita bisa. Hanya perlu kemauan saja.



Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little