We actually know very little

Saya tidak biasa melihat halaman persembahan atau kata pengantar ketika menguji skripsi atau tugas akhir mahasiswa. Tapi hari ini saya 'terpaksa' melihat satu halaman ini. Ternyata halaman ini  mempunyai arti khusus bagi mahasiswa. Paling tidak bagi mahasiswa yang saya dan rekan saya uji laporan tugas akhirnya siang tadi.

Ujian sudah hampir selesai. Rekan saya selaku ketua penguji sudah hampir menyampaikan kata penutup. Tapi beliau membuka halaman persembahan dan mengatakan ada kata-kata dihalaman persembahan itu yang beliau tidak biasa temukan dilaporan akhir mahasiswa. Mahasiswa tersebut mengiyakan sebelum kemudian menangis. Ia mengatakan bahwa tugas akhirnya ia persembahkan buat almarhum ayahnya.

Ia bercerita ia berusaha keras menyelesaikan tugas akhirnya secepat mungkin saat ia mendapatkan surat ijin bimbingan. Dan saya, yang mendapatkan rejeki membimbingnya memang tidak pernah berniat untuk memperlama apalagi mempersulit pekerjaan mahasiswa. Mahasiswa ini mampu menyelesaikan penelitian dan menulis laporan penelitiannya kurang dari satu semester!

Tapi, sekali lagi, saya sangat jarang membaca halaman persembahan mahasiswa. Apalagi kata pengantar. Dan saya bersyukur saya melewatkan membacanya, karena bisa jadi perlakuan saya kepada mahasiswa ini menjadi bias. Terbukti saat ia menangis tadi menceritakan almarhum ayahnya suasana hati saya ikut terbawa. Saya mempunyai nasib yang sama, ayah saya meninggal saat saya masih dibangku kuliah.

Dikesempatan kali ini saya ingin mengatakan kepada semua dosen, kepada semua teman, sahabat dan rekan kerja, kita ini hanya mengetahui sedikit saja tentang mahasiswa-mahasiswa kita. Kita mungkin saja sudah mengajar mahasiswa kita sejak mereka semester satu sampai semester akhir. Kita mungkin mengira kita mengetahui sangat mendalam dan sangat detail tentang mahasiswa kita. Tapi sebenarnya tidak. Ada satu atau mungkin dua cerita yang kita tidak tahu tentang mereka. Satu cerita yang mungkin bisa mengusik sisi kemanusiaan kita.

Saya sejak awal tidak pernah dan tidak berniat mempersulit, atau mencari kesalahan didalam laporan penelitian mahasiswa saat menguji. Bagi saya, mahasiswa bisa sampai pada tahap ujian skripsi saja sudah merupakan prestasi yang membanggakan. Saya diruang ujian hanyalah saksi bagi cerita kesuksesan mereka.

Cerita siang ini tak akan pernah saya lupakan. Dan akan selalu menginspirasi saya, dalam perjalanan hidup saya bersama rekan-rekan muda dikampus.

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!