Perilaku Ramadhan
Dahsyatnya promosi konsumerisme dan konsumtivisme yang gencar dilakukan jauh sebelum Ramadhan datang, saat dan sesudah Ramadhan, telah mengubah perilaku Muslim selama Ramadhan jadi konsumtif. Pada bulan ini umat Islam tak makan dan minum seharian, tetapi ajaibnya konsumsi makanan meningkat signifikan (Indonesia Consumers, 2004; Zainal A Hidayat, Kompas, 3/10/2006). Tempat-tempat belanja seperti mal dan supermarket sangat ramai dipadati pengunjung selama Ramadhan. Perilaku konsumtif umat Islam juga dipicu promosi produk dan jasa yang dikemas dengan kemasan ibadah. Konsumtif-egoistis Pada tahun 2009 diberitakan umat Islam yang melakukan umrah Ramadhan mencapai 3,6 juta orang. Apabila berita ini benar, jumlah umat Islam yang melakukan umrah Ramadhan tahun itu lebih banyak daripada jumlah mereka yang melakukan ibadah haji. Apabila setiap orang mengeluarkan uang rata-rata 2.000 dollar AS (sekitar Rp 18 juta), akan terkumpul 7,2 miliar dollar AS ...