D3 Perpin
Menyampaikan kuliah dihari jumat siang itu cukup dilematis. Kondisi psikologis kebanyakan mahasiswa dihari jumat itu bermacam-macam, terutama buat yang berdomisili dan berasal dari luar kota. Bisa jadi ada mahasiswa yang secara rutin pulang kampung dihari jumat untuk meluangkan waktu akhir pekan bersama orang tua dan keluarga. Sehingga pikiran mereka pun sudah mulai berisi pernak-pernik kepulangan.
Selain itu, kondisi hari jumat sebagai hari terakhir sebelum libur sabtu dan minggu juga sedikit banyak memberikan suasana yang berbeda. Bisa jadi ada mahasiswa yang punya motivasi makin tinggi karena sebentar lagi libur, namun bisa juga sebaliknya J
Jumat jam 14.40 merupakan kelas ketiga saya. Apalagi mata kuliah ini berbeda dengan dua mata kuliah sebelumnya. Jadi pikiran dan fokus harus segera di switch dari mata kuliah sebelumnya ke mata kuliah terakhir ini. Dan ternyata setelah ngobrol dengan mahasiswa, ternyata ini pun mata kuliah mereka yang kedua secara beruntun alias tidak ada jeda dengan mata kuliah sebelumnya.
Maka untuk mengawali kami, ngobrol santai dikelas. Selain untuk memulai hubungan emosi dengan mahasiswa, sekaligus untuk mengatur tempo dan mencari transisi yang pas sebelum masuk ke materi. Sesekali saya selipin sedikit guyonan baik saat ngobrol santai atau saat sudah mulai perkuliahan, namun saya amati satu orang mahasiswi dan beberapa orang disebelahnya ketawa-ketiwi tiada henti. Setelah saya tegur baru berhenti. Namun sejenak entah kenapa saya merasakan ada perbedaan suasana hati saya pula. Dari yang semula santai menjadi agak emosi. Dan saya merasa intonasi dan perkataan saya berubah pula.
Tidak boleh, ini harus segera dihentikan dan tidak berlanjut lebih jauh. Saya kemudian berinisiatif mengakhiri materi dan memilih memberikan studi kasus yang harus dipecahkan oleh. “mereka harus segera diberi kesibukan” pikir saya. Jadinya kemudian mereka saya bagi kelompok dan mendeskripsikan sesuatu untuk dipecahkan secara kelompok.
Setelah 15 menit berdiskusi antar masing-masing kelompok, saya beri mereka kesempatan menyampaikan hasil rangkuman diskusi mereka.
Disini saya agak terkejut. Asumsi saya, saya akan perlu untuk meminta masing-masing kelompok untuk presentasi. Tapi diluar dugaan mereka saling berebut maju. Secara gambling mereka menyampaikan rangkuman diskusi mereka. Uraian pertanyaan dari mahasiswa juga mengalir kesetiap presenter. Seru.
Comments