Berbagi (Sumber) Informasi

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan tentu tak asing dengan istilah 'Tak ada perpustakaan yang lengkap'. Mustahil apabila perpustakaan dinyatakan memiliki semua jenis koleksi yang dibutuhkan penggunanya. Meski diera digital dimana perpustakaan lebih mengutamakan akses ke sumber informasi daripada memperbanyak koleksi, pun tak ada perpustakaan yang bisa dikatakan mampu memenuhi semua sumber informasi yang dibutuhkan penggunanya.

Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan pengguna, perpustakaan bekerja sama dengan perpustakaan lain dalam hal akses dan meminjam koleksi. Perpustakaan yang tergabung dalam kerjasama antar institusi mengijinkan pengguna diperpustakaan tertentu untuk meminjam koleksi dari perpustakaan lain. Istilah ini dalam Ilmu Perpustakaan disebut Silang Layan. Sebagian besar perpustakaan di Indonesia sudah memraktekkan kerjasama Silang Layan ini. Terutama perpustakaan perguruan tinggi. 

Salah satu tujuan dari kerjasama ini adalah untuk membantu pengguna perpustakaan mendapatkan sumber informasi (buku) yang diperlukan. Selain untuk memaksimalkan koleksi yang dimiliki. Sampai dengan hari ini, meski pernyataan 'Tak ada perpustakaan yang lengkap' belum dirubah, namun efeknya harus bisa diminimalisir sedemikian rupa agar semakin banyak masyarakat terpenuhi kebutuhan informasinya, dan makin banyak pula sumber informasi yang dapat diakses. Kedepan, kerjasama perlu diperluas tak hanya ke koleksi cetak, namun juga koleksi elektronik. Ini tentu tak mudah apabila menyangkut ke akses ke database jurnal yang sifatnya berbayar/berlangganan. Suatu saat mungkin bisa dilaksanakan berlangganan secara kolektif sehingga pengguna dimasing-masing perpustakaan dapat memanfaatkan akses jurnal online yang dilanggan. 


Ada satu istilah menarik dibeberapa perpustakaan di Australia yang bergabung dalam kerjasama berbagi informasi ini. Kerjasama ini diberi nama Bonus+. Diikuti 13 perpustakaan perguruan tinggi mereka menyediakan akses dan pinjam koleksi antar perpustakaan. Melalui katalog elektronik Bonus+ mahasiswa dapat mencari sumber informasi yang dibutuhkan. Apabila buku tidak tersedia diperpustakaan mereka sendiri namun ada disalah satu diantara ke 13 perpustakaan ini, mahasiswa dapat memesan melalui fasilitas Bonus+ dan bukupun diantar dalam jangka waktu maksimal 7 hari.

Kerjasama antar perpustakaan menjadi krusial diera digital. Masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi melalui berbagai macam search engine, katakanlah Google. Namun masyarakat juga semakin kritis dalam menerima informasi. Masyarakat  memerlukan validasi terhadap informasi yang diterimanya. Informasi yang akurat tajam dan terpercaya tentu juga harus bersumber dari sumber informasi yang terpercaya juga. Dan perpustakaan sebagai penyedia informasi tak pernah berhenti berinovasi menyikapi arus informasi yang pesat dan kebutuhan informasi masyarakat yang semakin kritis. Meski tak bisa memiliki koleksi yang lengkap, namun dengan kerjasama berbagi sumber informasi, perpustakaan dapat menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat penggunanya.

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little