Bacalah maka engkau akan mengerti

Membaca teks yang panjang (mis. artikel jurnal) yang tercetak bagi saya lebih nyaman dan lebih mudah  dicerna daripada membaca lewat layar komputer. Ini sering saya lakukan ketika berusaha memahami hasil-hasil temuan penelitian yang ditulis dan dipublikasikan dalam sebuah jurnal. Saya terkadang melakukan coretan2 untuk menandai hal penting supaya mudah ditemukan kembali, dan pertimbangan yang lebih praktis mengapa artikel saya cetak adalah untuk menghindari interaksi yang terlalu sering dan berlebihan terhadap komputer. Meskipun mencetak membuat saya butuh biaya untuk membeli kertas dan tinta. Tapi saya berpikir demi proses belajar yang sedang saya lakukan maka saya akan tetap melakukannya. Toh baru kali ini saya punya hobi mencetak tulisan :)

Tapi hari ini kejadian bertolak belakang. Saat dikejar deadline, saya menemukan sebuah thesis dan menekuni membaca metode penelitiannya. Saya dapat memahami dengan relatif mudah tulisannya. Kemudian saya putuskan untuk mencetak khusus dibagian metode penelitian ini. Namun anehnya, setelah cetakan beberapa lembar bolak-balik tersebut ada ditangan, saya perlu waktu lebih untuk memahami tulisannya :(

Dari sini saya berkesimpulan keasyikan membaca tidak hanya dipengaruhi oleh media yang membawa tulisan tersebut. Namun juga tingkat konsentrasi anda. Dalam satu waktu anda bisa berada dalam fokus tingkat tinggi, sehingga anda bisa mencerna bacaan dalam sekejap. Diwaktu lain, konsentrasi bisa berada dalam titik minimal sehingga membaca hal yang sederhana pun, bahkan bacaan yang pernah dibaca sebelumnya, terasa sulit.  

Maka dari itu, saat anda menemukan momentum membaca anda, jangan berhenti. Jangan mencari alasan untuk berhenti sejenak. Teruskan membaca hingga anda mendapatkan informasi yang anda perlukan. Itu baru dikatakan sukses dalam membaca :)

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little