Topik penelitian
Topik penelitian dalam postgraduate study, atau Strata 3 dalam level akademik di Indonesia, adalah sesuatu yang bisa berubah dalam perjalanan kegiatan penelitian. Pernah saat konsultasi saya mengajukan topik yang sudah mengarag secara spesifik, namung supervisor/pembimbing penelitian tersenyum sambil mengatakan terlalu dini untuk menentukan topik. Dilain kesempatan saat saya menyampaikan saya juga membaca metodologi penelitian dari artikel yang saya baca, beliau mengatakan "jangan mempersulit diri."
Tahap awal yang lebih penting adalah memahami apa sebenarnya yang kita teliti. Oleh karena itu tahapan awal adalah memperbanyak bacaan, terutama hasil-hasil penelitian sesuai dengan topik utama. Artikel-artikel penelitian memberikan pengetahuan secara lebih dalam dan memastikan kepada peneliti bahwa memang ini yang ingin diteliti. Sekaigus memberikan pemahaman lebih dalam tentang topik tersebut.
Dengan membaca artikel hasil penelitian, peneliti mengetahui topik tersebut sudah pernah diteliti dari area mana saja, dengan menggunakan metode apa, dan bagaimana hasilnya. Maka dari itu, peneliti bisa mengetahui 'gap' atau celah antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain. Celah ini memberikan ide kepada peneliti untuk menentukan topik penelitiannya kearah yang lebih spesifik.
Seiring sejalan dengan apa yang dibaca dan dilakukan, topik kerap berubah. Dan ini wajar. Seorang profesor yang mengajar disemester ini mengatakan topik penelitian akan berevolusi seiring dengan bacaan2 dan hasil penelitian yang dibaca, dan peneliti harus bersikap adaptive menghadapinya.
Tahap awal yang lebih penting adalah memahami apa sebenarnya yang kita teliti. Oleh karena itu tahapan awal adalah memperbanyak bacaan, terutama hasil-hasil penelitian sesuai dengan topik utama. Artikel-artikel penelitian memberikan pengetahuan secara lebih dalam dan memastikan kepada peneliti bahwa memang ini yang ingin diteliti. Sekaigus memberikan pemahaman lebih dalam tentang topik tersebut.
Dengan membaca artikel hasil penelitian, peneliti mengetahui topik tersebut sudah pernah diteliti dari area mana saja, dengan menggunakan metode apa, dan bagaimana hasilnya. Maka dari itu, peneliti bisa mengetahui 'gap' atau celah antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain. Celah ini memberikan ide kepada peneliti untuk menentukan topik penelitiannya kearah yang lebih spesifik.
Seiring sejalan dengan apa yang dibaca dan dilakukan, topik kerap berubah. Dan ini wajar. Seorang profesor yang mengajar disemester ini mengatakan topik penelitian akan berevolusi seiring dengan bacaan2 dan hasil penelitian yang dibaca, dan peneliti harus bersikap adaptive menghadapinya.
Comments