Jangan Ada Perang Diantara Kita

Mengamati berita yang terjadi didalam negeri terutama hubungan dengan negara lain ada satu hal yang saya amati, kalau tidak bisa dikatakan yang membuat saya sedikit heran. Yaitu ketika negara kita ada konflik dengan negara tetangga maka sebagian besar warga negara langsung berpikir angkat senjata, alias perang. Tentu kita masih ingat ketika bangsa kita punya konflik dengan Malaysia tentang reog ponorogo misalnya, maka serentak sebagian besar masyarakat berteriak 'kami siap berperang dengan Malaysia'. Dan baru-baru ini saat ada konflik dengan Australia kembali masyarakat menyatakan 'siap berperang' membela harga diri bangsa. Bahkan dalam sebuah media televisi di Indonesia langsung ikut-ikutan mengukur kekuatan militer masing-masing negara, dan asupan bahan makanan seandainya perang benar terjadi

Beberapa pesan masuk melalui WhatsApp, Facebook, dan Tweeter ke akun saya menanyakan bagaimana seandainya perang ini terjadi, apakah Australia punya senjata nuklir, bagaimana seandaianya nuklirnya dikirim ke Indonesia, dan lain-lain dan lain lain….

Saya bertanya ke diri saya sendiri, mengapa perang yang selalu dipikirkan sebagian besar masyarakat kita ketika ada konflik dengan negara lain? bukankah perang itu berarti menggunakan senjata pembunuh dan penghancur? bukankah perang itu berarti membunuh manusia lain dan menghancurkan kehidupan orang yang bahkan tidak ikut berperang? dan bukankah perang berarti kita menyerahkan kehidupan kita, keluarga kita, keluarga teman dan saudara kita untuk kehilangan nyawa, demi alasan apapun?

*ijinkan saya memejamkan mata sebentar, dua detik saja*

Menurut saya perang memang tidak akan terjadi. Para pemimpin bangsa ini mempunyai pikiran yang lebih dewasa dalam menjalan hubungan Internasionalnya. Bukan karena takut, tapi tentunya karena ada jalan lain yang lebih manusiawi dan humanis dalam menghadapi konflik. Yang harus selalu kita pahami adalah dalam berhubungan dengan siapapun pasti ada konlik yang terjadi. Jangankan hubungan antar negara, hubungan dengan teman sekerja, teman satu kelas, bahkan dengan keluarga akan selalu ada konflik. Dan kita selalu ditantang untuk mencari jalan kreatif menghadapi konflik-konflik tersebut. 

Maka kawan, secara perlahan mari kita menghapus kata 'perang' dalam kamus kehidupan kita. Biarlah perang-perang itu cukup menjadi penghias buku-buku sejarah yang pernah kita pelajari saat SD dan SMP. Dan mari kita ambil sisi positif dari sejarah itu untuk melangkah lebih maju dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Agar masyarakat luar mengenal kita bahwa jargon masyarakat berbudaya tidak hanya sekedar jargon belaka, tapi juga teraplikasi dalam kehidupan nyata.

www.youtube.com/watch?v=ScNNfyq3d_w


Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little