Menggapai impian
Sesuatu yang kita anggap bernilai mempunyai harga yang harus kita bayar. Ini ungkapan yang semakin hari semakin saya pahami tatkala mempersiapkan studi ke luar negeri. Waktu, tenaga, dan biaya merupakan sesuatu yang perlu kita alokasikan untuk mewujudkan keinginan, termasuk rencana studi. Menjadi makin penting manakala persiapan terkait pula dengan kebijakan-kebijakan baru dari Kedutaan Besar Australia bagi para pendatang. Misalnya besaran nominal asuransi kesehatan yang naik lebih dari 100% dari tahun sebelumnya.Untuk tipe single dan lama studi 3 tahun anda harus menyiapkan dana sebesar $1700. Dan apabila anda berencana membawa keluarga (istri dan 2 anak) maka anda harus membayar biaya asuransi kesehatan sebesar $6570, sekitar 63juta rupiah.
Kemudian kebijakan menaikkan biaya standar hidup. Pemerintah menetapkan biaya standar hidup yang cukup membuat shock khususnya bagi calon mahasiswa yang akan membawa keluarganya ke Australia. Total yang harus disediakan dalam rekening bank adalah $25rb/th. (sekitar 250juta rupiah). Bukti kesiapan finansial ini wajib ditunjukkan saat mengurus visa.
Selanjutnya yang harus dipersiapkan adalah bukti enrollment/pendaftaran anak ke sekolah. Apabila anda membawa anak usia sekolah maka pemerintah Ausie mewajibkan anak tersebut sudah harus terdaftar disekolah didaerah terdekat dengan tempat tinggal. Dana untuk pendaftaran untungnya tidak besar dibandingkan dengan dana yang tersebut diatas, sekitar $210an.
Akomodasi merupakan urutan berikutnya. Saat akan menyewa rumah atau unit, ketentuan yang wajib dipenuhi adalah membayar uang jaminan (bond) sebesar 2-4x harga sewa perminggu. Jadi apabila harga sewanya sebuah unit $310/week maka anda harus menyiapkan $1240 sebagai uang jaminan dan tentunya ini belum termasuk harga sewa.
Dan tentu saja ada biaya cek kesehatan, biaya pengurusan visa, tiket perjalanan, dan lain2. Dari gambaran ini saya semakin memahami kalimat yang saya sampaikan diawal tulisan ini, untuk mencapai sesuatu yang bernilai ada harga yang harus kita bayar. Pertanyaannya sejauh mana kita bisa mengalokasikan waktu, tenaga dan biaya untuk meraih sesuatu yang kita impikan itu?
Wallahu 'alam bishowab. Semoga Alloh senantiasa memudahkan jalan kita untuk menempuh ilmu dan kebaikan.
Kemudian kebijakan menaikkan biaya standar hidup. Pemerintah menetapkan biaya standar hidup yang cukup membuat shock khususnya bagi calon mahasiswa yang akan membawa keluarganya ke Australia. Total yang harus disediakan dalam rekening bank adalah $25rb/th. (sekitar 250juta rupiah). Bukti kesiapan finansial ini wajib ditunjukkan saat mengurus visa.
Selanjutnya yang harus dipersiapkan adalah bukti enrollment/pendaftaran anak ke sekolah. Apabila anda membawa anak usia sekolah maka pemerintah Ausie mewajibkan anak tersebut sudah harus terdaftar disekolah didaerah terdekat dengan tempat tinggal. Dana untuk pendaftaran untungnya tidak besar dibandingkan dengan dana yang tersebut diatas, sekitar $210an.
Akomodasi merupakan urutan berikutnya. Saat akan menyewa rumah atau unit, ketentuan yang wajib dipenuhi adalah membayar uang jaminan (bond) sebesar 2-4x harga sewa perminggu. Jadi apabila harga sewanya sebuah unit $310/week maka anda harus menyiapkan $1240 sebagai uang jaminan dan tentunya ini belum termasuk harga sewa.
Dan tentu saja ada biaya cek kesehatan, biaya pengurusan visa, tiket perjalanan, dan lain2. Dari gambaran ini saya semakin memahami kalimat yang saya sampaikan diawal tulisan ini, untuk mencapai sesuatu yang bernilai ada harga yang harus kita bayar. Pertanyaannya sejauh mana kita bisa mengalokasikan waktu, tenaga dan biaya untuk meraih sesuatu yang kita impikan itu?
Wallahu 'alam bishowab. Semoga Alloh senantiasa memudahkan jalan kita untuk menempuh ilmu dan kebaikan.
Comments