Ironi

Saya melihat teman satu ini bekerja tanpa lelah. Kecintaannya terhadap dunia baca dan perpustakaan membuatnya sering bekerja luar kota bahkan keluar pulau untuk menyediakan layanan baca, entah itu ruang perpustakaan ataupun perpustakaan keliling bagi masyarakat yang tidak memiliki akses keruang baca.

Teman ini bekerja secara mandiri tanpa menggantungkan pendanaan ataupun gaji dari pemerintah. Bekerja tanpa batas lelah dan waktu mengabdi dan melayankan waktunya demi tercipta masyarakat yang gemar membaca.

Menekuni pekerjaan seperti yang dilakukan teman ini membuat otak terus bekerja. Kreatifitas terus berjalan.

Nah, kalau yang bekerja tanpa gaji dari pemerintah ini saja bisa bekerja sedemikian rupa, maka logika saya bagi mereka yang bekerja digaji dari uang rakyat harus bisa bekerja lebih giat dan lebih kreatif lagi dibandingkan teman saya tadi itu. Dan harus benar-benar berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Begitukah? 

ehm, tentu saja ini sindiran buat diri saya sendiri......

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little