Survey KKN - Kendal - Patean
Salah satu tahap yang perlu kami lakukan selaku dosen KKN adalah menemui Camat diwilayah yang akan menjadi lokasi KKN mahasiswa kami. Dan ini merupakan pengalaman pertama sebagai dosen KKN. Menentukan hari kapan akan menemui camat merupakan satu masalah utama kami para dosen KKN mengingat kami harus menyatukan kelonggaran waktu untuk survey lokasi. Namun sesampai disana dan ditemui Sekcam yang ternyata juga tinggal di Semarang, kami terlebih saya pribadi belajar banyak hal dari percakapan selepas sholat Jumat hingga menjelang Ashar.
Kesan pertama yang saya dapat, pengetahuan lapangan bapak sekcam ini sangat luas. Sangat kentara beliau menguasai wilayah yang menjadi pengawasannya. Disamping itu beliau termausk orang yang terbuka terhadap sharing dan menyampaikan sesuatu yang menjadi pokok pikirannya tanpa bernada menggurui teman bicara.
Kedua, tentang wilayah Patean sendiri. Kecamatan patean memiliki 14 desa dan desa2 ini dihiasai oleh kebun cengkeh, kopi serta peternakan penduduk. Suasana desa benar-benar terasa disini. Ditambah dengan suasana mendung menjadikan aroma pedesaan sangat terasa kental. Dengan sajian teh hangat, justru suasana ini menghantarkan pikiran kesuasana desa yang hijau dan menyegarkan. Tak salah saya ditempatkan dikecamatan ini. Semula obrolan kami berkisar cerita tentang keunikan masing-masing desa yang akan menjadi wilayah KKN, potensi daerah tiap desa, jumlah desa, hingga kemungkinan kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa disana. Obrolan lalu meluas keberbagai hal masalah-masalah sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat kita secara umum. Tepat menjelang Ashar kami berpamitan kembali ke Semarang. Dalam perjalanan pulang kami melewati kebun cengkeh, hutan Jati dan hutan pohon Karet. Disini suasana segar kembali menyeruak masuk kedalam mobil angkutan kami mengalahkan hawa dingin buatan yang berasal dari hembusan angin AC.
Melakukan sesuatu yang baru itu memang menyenangkan, dan saat berada diluar seperti ini seakan menyadarkan kami bahwa apa yang kami ajarkan dalam perkuliahan akan lebih bermanfaat bagi mahasiswa apabila materi tersebut dapat dipraktekkan dalam kehidupan riil seperti dilingkungan masyarakat pedesaan seperti ini. Sepulang dari survey singkat ini tentu saja perlu kembali mengobarkan semangat untuk bekerja lebih baik dengan mahasiswa, tentu saja untuk meningkatkan kualitas kemampuan hidup mahasiswa.
Kesan pertama yang saya dapat, pengetahuan lapangan bapak sekcam ini sangat luas. Sangat kentara beliau menguasai wilayah yang menjadi pengawasannya. Disamping itu beliau termausk orang yang terbuka terhadap sharing dan menyampaikan sesuatu yang menjadi pokok pikirannya tanpa bernada menggurui teman bicara.
Kedua, tentang wilayah Patean sendiri. Kecamatan patean memiliki 14 desa dan desa2 ini dihiasai oleh kebun cengkeh, kopi serta peternakan penduduk. Suasana desa benar-benar terasa disini. Ditambah dengan suasana mendung menjadikan aroma pedesaan sangat terasa kental. Dengan sajian teh hangat, justru suasana ini menghantarkan pikiran kesuasana desa yang hijau dan menyegarkan. Tak salah saya ditempatkan dikecamatan ini. Semula obrolan kami berkisar cerita tentang keunikan masing-masing desa yang akan menjadi wilayah KKN, potensi daerah tiap desa, jumlah desa, hingga kemungkinan kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa disana. Obrolan lalu meluas keberbagai hal masalah-masalah sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat kita secara umum. Tepat menjelang Ashar kami berpamitan kembali ke Semarang. Dalam perjalanan pulang kami melewati kebun cengkeh, hutan Jati dan hutan pohon Karet. Disini suasana segar kembali menyeruak masuk kedalam mobil angkutan kami mengalahkan hawa dingin buatan yang berasal dari hembusan angin AC.
Melakukan sesuatu yang baru itu memang menyenangkan, dan saat berada diluar seperti ini seakan menyadarkan kami bahwa apa yang kami ajarkan dalam perkuliahan akan lebih bermanfaat bagi mahasiswa apabila materi tersebut dapat dipraktekkan dalam kehidupan riil seperti dilingkungan masyarakat pedesaan seperti ini. Sepulang dari survey singkat ini tentu saja perlu kembali mengobarkan semangat untuk bekerja lebih baik dengan mahasiswa, tentu saja untuk meningkatkan kualitas kemampuan hidup mahasiswa.
Comments