Sekolah Dasar
Akhirnya hari pengumuman hasil tes itu tiba. Hari Sabtu kemaren Ais dinyatakan diterima masuk sekolah dasar Islam Diponegoro. Satu tujuan tercapai sudah, yaitu mencarikan sekolah buat Ais. Semula agak ketir-ketir juga apa bisa ais masuk SD ini mengingat kuota yang diberikan hanya 2kelas, dan mereka memberikan prioritas dan prosentase terbesar kepada anak2 TK dilingkungan mereka sendiri. Namun keberanian ais memasuki ruangan ujian untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan penguji, serta keterampilannya membaca dan mewarnai yang ditunjukkan dihadapan 3 orang guru berhasil membuat namanya tertulis didaftar pengumuman anak-anak yang diterima di SD ini. Upaya keras uminya yang tiada kenal lelah tiap malam belajar bersama ais telah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.
Ada beberapa pertimbangan mengapa kami berusaha memasukkan ais ke SD Islam ini, selain kami ingin ais lebih intensif belajar agama, juga karena letak SD ini dekat dengan kampus tempat ayahnya bekerja, sehingga harapan kami bisa memudahkan untuk antar jemput nantinya. Yang kedua karena jumlah siswa perkelas yang dibatasi 'hanya' 30 siswa. Ini akan membantu proses belajar ais yang membutuhkan perhatian lebih saat dikelas. Berdasarkan pengalaman sehari-hari, kami menilai ais tidak bisa belajar secara optimal apabila jumlah siswa dikelas melebihi 30, apalagi sampai 40 siswa dan hanya satu guru yang mengajar didalam kelas.
Namun dari kesemua fasilitas dan keuntungan yang ada, hal tersebut seiring sejalan dengan biaya yang harus kami sediakan untuk memasukkan ais ke SD tersebut. Jumlah yang tidak kecil bagi kami yang baru pindahan dikota lumpia ini. Yah, seperti kata pepatah life is not easy, kalau kita ingin yang terbaik bagi anggota keluarga kita, maka tiada kata lain selain harus bekerja keras demi mewujudkan keinginan tersebut. Bismillah.....
Comments