Sampaikan lewat email
Masih ingat kasus email komisi delapan tahun lalu yang terjadi di salah satu kota di Australia? Ya bagi sebagian orang termasuk kami sendiri yang saat itu masih bekerja disektor swasta ulah para wakil rakyat yang secara ceplas ceplos menyampaikan emailnya yang berasal dari email gratisan adalah kejadian yang membuat kami geli. Bahkan seorang rekan dari negara tetangga pun ikut bertanya-tanya, they are important people from your country, dont they? Apa mereka tidak punya email resmi? :)
Sekarang, saat saya menjadi bagian dari instansi lembaga pemerintah, saya baru paham bahwa menggunakan email resmi yang berlambangkan nama instansi belum menjadi sebuah kebiasaan disini. Mayoritas pekerja menggunakan account email gratisan, seperti yahoo atau gmail. Dan satu temuan lagi, berkomunikasi lewat email belum menjadi satu hal yang menjadi keharusan. Berkomunikasi lebih sering disampaikan secara lesan ataupun lewat media lain, seperti telepon rumah atau telepon genggam.
Perihal email ini membuat saya teringat beberapa kejadian tahun lalu saat saya memulai bekerja sebagai salah satu karyawan dibeberapa kantor swasta. Satu hal yang membuat saya senang adalah dihari pertama bekerja saya diberi satu account email resmi yang bertuliskan nama saya dan nama lembaga tersebut. Saya merasa bangga luar biasa mendapatkan fasilitas seperti itu. Kegembiraan saya bagai kegembiraan saya waktu kecil saat bapak membelikan sepeda pancal. Senengnya bukan main. Saking senengnya (dan bangganya), saya kemudian mengirimkan kabar kebeberapa teman dengan menggunakan account email baru tersebut :)
Ok, waktunya hunting email kantor....
Comments