Jangan pernah mencoba tes IELTS ...

IELTS yang merupakan kepanjangan dari International English Language Testing System diperlukan oleh  seseorang yang berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi dan hendak memasuki English speaking country baik untuk kepentingan study atau bagi mereka yang berencana bertempat tinggal dinegara tersebut.

Karena IELTS adalah sebuah model tes yang menguji kemampuan bahasa Inggris anda, maka seluruh komponen dari kemampuan berbahasa Inggris tak akan luput dari sasaran uji. Diantaranya: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Urusan dengan salah satu model tes Bahasa Inggris ini menjadi kompleks tatkala makin banyak lembaga penyedia pendidikan di luar negeri, terutama Inggris dan Australia yang mensyaratkan nilai ujian bahasa Inggris sebagai salah satu komponen wajib pendaftaran masuk mereka.  Disamping itu, nilai IELST yang diminta beberapa negara untuk mendapatkan ijin permanent residence mereka mengalamai peningkatan yang cukup tinggi.

Oleh karena itu popularitas dari salah satu model tes bahasa asing ini meningkat cukup signifikan seiring meningkatnya kebutuhan calon mahasiswa Internasional dan calon penduduk asing untuk mendapatkan score IELTS. Sayangnya mendapatkan score IELTS sesuai dengan yang disyaratkan tidak semudah yang dibayangkan. Calon peserta ujian tes IELTS perlu melakukan banyak usaha untuk mencapai nilai yang diinginkan.

Anda mungkin bertanya, kenapa perlu banyak usaha? Apa tidak perlu satu atau dua usaha saja? Well, itu juga harapan semua orang. Namun satu dan dua saja tidak cukup. Anda perlu serius mengalokasikan waktu, pikiran dan tenaga anda saat anda memutuskan untuk mengikuti tes bahasa asing ini.

Pertama. Anda perlu berlatih soal-soal latihan IELTS yang meliputi empat kemampuan yang akan diuji (listening, reading, writing, dan speaking). Jangan pernah ada pikiran bahwa anda sudah cukup lama belajar bahasa inggris, mulai Pra-TK sampai selesai kuliah S1 misalnya, bahkan dirumah pun dengan pembantu anda berkomunikasi dengan bahasa Inggris, sehingga anda berkeyakinan tidak perlu latihan soal-soal IELTS. Anda boleh jadi sudah berbahasa Ingris dengan sangat mahir. Bahkan mungkin dalam menggigaupun anda sudah berbahasa Inggris. Namun semua hal diatas hanyalah sebatas penggunaan. Anda belum pernah tahu bagaimana skill anda akan diuji. Ibaratnya, anda boleh mengklaim bahwa anda adalah seorang perenang hebat direpublik ini. Banyak macam gaya berenang anda kuasai. Tapi anda belum bisa dikatakan perenang terhebat dan tercepat apabila anda belum pernah mengikuti lomba renang antar perenang-perenang yang lain. Untuk itu, sebelum mengikuti lomba anda memerlukan informasi berapa panjang kolam renang yang digunakan sebagai lomba, gaya apa yang akan dilombakan, dan apakah lomba ini individu atau beregu. Jangan sampai anda nyebur kekolam dan berenang dengan gaya kupu-kupu sementara semua lawan anda menggunakan gaya bebas. Anda mungkin perenang gaya kupu-kupu terindah, tapi keindahan gaya renang anda tidak bisa memenangkan lomba yang anda ikuti. Maka kesimpulannya, cari soal-soal latihan IELTS, pelajari materinya, dan lakukan simulasi (IELTS practice test). Ini adalah satu modal berharga anda untuk mengikuti IELTS.

Yang kedua, bangun strategi anda untuk menghadapi berbagai metode soal ujian. Apa taktik yang tepat saat mengikuti listening test? Hal penting utama apa yang diperlukan saat reading test ? scanning? skimming? dan saat writing test, jawaban seperti apa yang diharapkan oleh para examiners saat mereka menilai tulisan saya ?

Ada banyak modul pelatihan ataupun tips dan trik serta buku-buku persiapan IELTS yang tersedia dibeberapa toko buku. Silahkan membaca dan mempelajari beberapa teknik  dan temukan yang paling tepat untuk anda.  Alternatif lain, anda juga bisa mengikuti les atau pelatihan persiapan IELTS yang sekarang pun juga makin banyak ditemui dibeberapa kota. Namun tentunya anda perlu untuk selektif memilih siapa dan instansi mana yang menawarkan pelatihan tersebut. Anda harus cukup yakin mereka mempunyai cukup pengalaman dan pengetahuan tentang IELTS.

Pertimbangan yang ketiga kenapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik adalah pertimbangan biaya mengikuti tes IELTS yang relatif tidak murah. Sangat tidak murah. IELTS saat ini dipatok dengan harga US$ 190 untuk sekali tes. Apabila dikurs-kan kedalam rupiah maka kira-kira uang yang harus anda keluarkan adalah sebesar Rp 1,700,000,-. Dan sekali lagi ini untuk sekali tes. Apabila anda belum berhasil dengan tes pertama, maka bersiap-siaplah untuk mempersiapkan kembali dana sebesar Rp 1,700,000,-. Dan begitu seterusnya J Apakah ada orang yang sudah mengikuti tes yang kemudian karena hasilnya belum sesuai keinginan lalu mendaftar tes lagi ? jawabannya: Banyak. Dan karena score IELTS menjadi salah satu kewajiban dari rencana besar anda, maka anda tak punya pilihan lain.

Overall, bila anda berencana untuk study lanjut dinegara luar, berencana bertempat tinggal dinegeri orang, jangan pernah mencoba mengikuti tes IELTS.....tanpa persiapan yang matang..

Comments

Unknown said…
ikut simulasi tes ielts ,tercuma aja walaupun bayar ,lebih baik ikut tes simulasi ielts seperti tes ielts benaran ,tetapi di adain IDP event fair tetapi lebih baik letihan sendiri dan beli buku ielts itu lebih baik . lebih baik fokus aja ambil tes ielts yang sebenarnya dan tidak perlu ambil semulasi ielts tes ,tetapi buang uang aja .lebih baik beli buku ielts aja .
sara said…
I work with many 'highly skilled' migrants. Doctors in fact. And I can assure you that the requirement for an English language test is entirely necessary. I think you'll find you have to sit the IELTS test if applying to work in the UK or US as well.

Difference among TOEFL and TOEIC
Said said…
Definitely yes. I agree with this article. Thanks for sharing sir!

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little