"Jadi Orang"
Istilah “Jadi Orang” sering kita dengar dari para orang tua saat bernasehat kepada kita, ”Belajar yang pintar nak, supaya besok kalau sudah besar bisa jadi orang.” Maksud orang tua kita tentunya supaya para putra-putrinya menjadi orang yang sukses, menjadi orang yang baik dan mandiri selepas dari orang tuanya kelak. Nah, lalu apa dong kategori sukses dijaman sekarang? apakah sukses ini berarti kaya ? hmmm sebentar, istilah “jadi orang” yang disampaikan orang tua kita sebenarnya mempunyai makna yang sangat dalam, “jadi orang” tidak selamanya jadi orang kaya. Menjadi guru yang hidup sederhana pun sudah “jadi orang”.
Definisi sukses dari jaman dulu sampai sekarang itu tidak berubah. Tidak bisa disamakan dengan banyak uang. Orang bisa dikatakan sukses apabila ia menyadari dan menggunakan semua fungsi, semua bagian dan seluruh kapasitas dalam dirinya untuk kebaikan orang lain dan masyarakat, bukan semata untuk kepentingan dirinya pribadi (Kompas, 28 Juni 2011)
Menggunakan seluruh kapasitas diri untuk kepentingan orang lain dan masyarakat sama saja dengan mengembangkan karakter kita menjadi karakter yang utuh. Dan diyakini dengan menjadi karakter yang utuh kita akan merasakan kenikmatan, perjuangan dan tantangan dalam bekerja.
Bekerja untuk uang memang hal yang tidak bisa dihindari. Artinya penghasilan yang kita peroleh adalah sebagai imbalan atas hasil karya dan pekerjaan kita. Uang yang kita peroleh dari hasil bekerja lalu kita gunakan diantaranya untuk memenuhi rasa kepemilikan terhadap rumah atau kendaraan yang kita gunakan untuk mendukung aktifitas sehari-hari. Namun sambil bekerja kita juga perlu merancang perbaikan kualitas hidup. Bukan sekedar bekerja untuk bonus atau peningkatan gaji, tapi juga untuk merasakan senangnya kerja bersama dan belajar bersama. Dan yang tak kalah penting, yaitu untuk memahami mengapa orang lain lebih bijak, lebih berkualitas dalam bekerja, dan lebih efisien (Experd, 2011).
Selamat bekerja :)
Comments