Events untuk perpustakaan
Mendesain events untuk Study Centre, perpustakaan dimana saya bekerja, bukanlah hal baru. Ini sudah kami lakukan sejak tahun 2004 dimana saya mulai bekerja. Events yang berjalan secara berkesinambungan selama ini adalah Movie Night dan Discussion Club. Kami biasanya sibuk mencari English native speaker alias bule untuk memfasilitasi acara Discussion Club (DC) ini. Dan ini bukan pekerjaan yang sulit, karena para native speaker cukup kooperatif untuk diajak bekerja sama.
Namun khusus term ini peraturan yang kami bikin beda. Fasilitator tidak harus seorang bule, tapi staff Study Centre pun juga bisa (atau wajib) menjadi salah satu partisipan. Dan kemaren malam adalah bagian saya untuk memfasilitasi DC dengan topik "Is Indonesia's Traditional Culture under threat?"
Topik yang menarik kah?.....hehe....bisa iya bisa tidak...
Pertama kali yang saya lakukan adalah memberikan tontonan tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia yang saya download dari Youtube. Video cukup lima menit, tapi cukup mengena untuk mengawali diskusi. Diakhir kata2 pembukaan saya tontonkan pula tarian saman, tari khas dari Aceh.
Terlibat secara aktif dalam acara diskusi seperti tersebut diatas ada beberapa manfaat yang bisa saya ambil. Pertama tentu saja latihan berdiskusi dalam bahasa asing. Iin adalah tujuan utama dari event ini. Semua partisipan diharapkan untuk memberikan pendapatnya. Grammar tidak apa-apa keliru, asal berani bicara dulu.
Pelajaran kedua, sebelum mulai diskusi saya harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang budaya negara saya sendiri (emang kemana aja selama ini Her?). Karena peserta diskusi berasal dari beberapa daerah: Jawa, Madura, dan Aceh. Jadilah akhirnya saya mulai kegiatan browsing apa-apa tentang Indonesia melalui Internet.
Yang ketiga, dan juga yang paling penting menurut saya, yaitu memupuk keberanian, konfidensi dan juga menambah pengalaman berbicara dan memimpin sebuah diskusi.

Comments