"Chat with librarian"

Jumlah mahasiswa disebuah perguruan tinggi adalah seiring sejalan dengan tuntutan penyediaan jasa layanan informasi dari pengguna perpustakaan. Kebutuhan akan informasi bisa datang dari siapa saja dan kapan saja. Perpustakaan akhirnya diminta untuk senantiasa siap menghadapi pertanyaan dari penggunanya. Akan lebih baik pula apabila perpustakaan dapat menyediakan sebuah media yang cukup mudah dan sederhana yang dapat digunakan mahasiswa untuk menghubungi staf perpustakaan.


Media telepon atau penyediaan meja referensi adalah hal yang umum ditawarkan perpustakaan untuk berhubungan dengan penggunanya. Namun kini dijaman serba digital ditengarai mulai banyak mahasiswa yang memanfaatkan menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia di dunia web. Fenomena online adalah fenomena menarik yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk berinteraksi dengan penggunanya. Salah satunya dengan cara chat online atau chatting.


Aplikasi chatting sudah digunakan di beberapa perpustakaan universitas besar di Australia. Salah satunya adalah Queensland University of Technology (QUT). Tujuan digunakannya fasilitas ini adalah untuk membantu staf dibagian referensi dalam membantu mahasiswa yang menanyakan permasalahan seputar peggunaan teknologi informasi untuk perkuliahan dan juga pelayanan perpustakaan. Fasilitas ini dapat ditemui melalui situs perpustakaan www.library.qut.edu.au dan mengklik ”chat with librarian”.



Aplikasi teknologi chatting ini tentunya sejalan dengan misi reference information services QUT yang berusaha semaksimal mungkin utk berinteraksi dengan pengguna perpustakaan baik dalam membantu mahasiswa menemukan sumber-sumber informasi ataupun untuk menerima saran dan pendapat dari mereka.

Kami sebagai mahasiswa jurusan Information Management yang befokus ke Library Studies mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan koordinator bidang penyediaan informasi perpustakaan QUT, Graham Dawson (the QUT Gardens Point Branch Services of Lending and Reference Supervisor). Usai berdiskusi mahasiswa lalu melanjutkan perkuliahan di lab untuk melakukan workshop dan berpraktek bagaimana fasilitas chatting ini digunakan.



Dari sekilas pengamatan penulis selama manjadi mahasiswa di QUT, penyediaan fasilitas chatting menapatkan apresiasi yang cukup menarik dari para mahasiswa. Hal ini dikarenakan budaya online masyarakat Barat serta ditunjang fasilitas yang memadai. Namun tentu saja hal ini dapat menjadi perbincangan yang menarik apabila fasilitas yang sama dicoba untuk diterapkan di Indonesia.

Rujukan:

Davis, K.  Be my buddy: IM and the future of virtual reference, Libraries/changing spaces, virtual places, VALA
2008, 14th Biennial Conference and Exhibition, 5-7 February, 2008 Melbourne Exhibition and Convention Centre
http://www.valaconf.org.au/vala2008/papers2008/57_Davis_Final.pdf

Connaway, Lynn Silipigni, and Marie L. Radford. 2007. "Service Sea Change: Clicking with
Screenagers Through Virtual Reference." Presented by Lynn Silipigni Connaway and Marie L.
Radford at the Association of College and Research Libraries 13th National Conference, "Sailing
into the Future – Charting Our Destiny," 29 March – 1 April 2007, Baltimore, Maryland (USA),
and forthcoming in the conference proceedings. Pre-print available online at:

http://www.oclc.org/research/publications/archive/2007/connaway-acrl.pdf

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya, surga bagi para pengiklan (rokok)

Movie World: wahana untuk keluarga!!

We actually know very little