Australia merasa perlu belajar bahasa-bahasa Asia, termasuk bahasa Indonesia

Hasil riset terbaru yang dilakukan peneliti dari Griffith University yang berjudul Building An Asia-Literate Australia: An Australia Strategy for Asian Language Proficiency1,menyebutkan bahwa Australia harus segera meningkatkan program pendidikan bahasa asingnya empat kali lipat dari apa yang telah dilakukan sekarang. Program jangka panjangnya, dalam 30th Australia harus mampu dalam berkomunikasi dalam bahasa China, India, Japan dan satu lagi: Indonesia :)
Satu pertanyaan penting perlu digulirkan disini. Kenapa Australia merasa perlu belajar bahasa Asia? Mengapa begitu pentingnya menggulirkan issu bahasa Asia dalam tingkat urgensi tertentu? ada beberapa asumsi bisa dituliskan disini.
Pertama, Australia dikenal sebagai salah satu negara yang multi-kultural. Ada banyak warga negara 'asing' ditemui dikota-kota besar Australia. Misalnya Cina, India, Arab Saudi, dan Indonesia. Dengan memahami bahasa para imigran Australia, tingkat pemahaman akan dan cultural understanding warga setempat diharapkan dapat berjalan dengan harmonis.
Namun pemahaman saya tentu ini bukan poin yang utama. Profesor Wesley, salah satu tokoh penting dalam 2020 Summit menegaskan investasi bagi sumber daya manusia merupakan titik penting dan krusial dalam pembangunan infrastruktur sebuah negara. Ia juga menambahkan, hampir disemua negara mempunyai kemampuan dalam berbahasa multi-lingual dan menghimbau warga negaranya masing2 utk belajar bahasa dan budaya asing. Australia perlu melakkan yang sama. Ini tentu saja bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi warganya dalam bergaul dan berhubungan bisnis, namun membuka kesempatan warga Australia untuk melihat apa yang terjadi dibelahan dunia lain dari perspektif yang berbeda.
Dalam hal ini, Julia Phillips, sang penulis, mengajukan proposal Australia minimal menganggarkan 11,3billion dolar Australia (1 dolar setara dengan 8rb rupiah) utk digunakan dalam jangka waktu 30th sebagai upaya peningkatan kemampuan berbahasa warga Australia.
Referensi:
http://www3.griffith.edu.au/03/ertiki/tiki-read_article.php?articleId=20622
imgae didownload dari http://www.textually.org/textually/archives/images/set3/australia_kangaroo.jpg
Comments