Shrine of Remembrance, mengemas bingkai masa lalu

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Satu kalimat sederhana namun tajam maknanya dari bung Karno. Kalimat itu langsung muncul dikepala saat mengunjungi salah satu tempat bersejarah di kota Melbourne, Australia: the Shrine of Remembrance. 



 Didalam gedung ini pemerintah kota Melbourne secara serius mengemas bingkai sejarah tentara Australia dalam keterlibatannya di beberapa daerah konflik bersenjata mulai dari perang vietnam, afganistan, timor timur atau Iraq.

Tentu saja bukan motif dibalik perang-perang tersebut, namun cara mereka mengemas serpihan sejarah mulai dari foto, baju, senjata, medali, bagian dari pesawat terbang dll semua disajikan secara apik didalam gedung yang didesain menggunakan efek historis pula. Sehingga pengunjung serasa dibawa ke suasana masing-masing peristiwa. 

Ditanah air tentu saja hal seperti ini juga ada, dan kita sering menamainya 'museum'. Jadi mendengar namanya saja orang sedikit enggan untuk singgah. Tapi jika benda-benda bersejarah yang diletakkan dimuseum dikemas secara menarik peluangnya besar dapat menarik minat masyarakat untuk mencari tahu ada apa didalam museum dan apa yang bisa dieksplorasi melalui koleksi disana.

Jika itu dilakukan maka museum bukan hanya sebagai reservasi sejarah dan budaya, namun juga penyampai informasi tentang cerita besar mengenai beberapa tempat dan perkembangan masyarakat di Indonesia. Dan jika itu terjadi maka Indonesia siap dikatakan sebagai bangsa yang besar, yaitu bangsa yang masyarakatnya mengetahui sejarah bangsanya sendiri.







Comments