Garudaku sayang, Garudaku malang
Menonton pertandingan round pertama Final AFF pikiran berkecamuk ke banyak hal. Ada beberapa hal yang tampak selesai pertemuan pertama antara tim nasional Malaysia dengan Indonesia. Pertama, rajagopal telah memperingatkan bahwa Malaysia kali ini akan mengalahkan Indonesia. Dan ini terbukti, bahkan diluar dugaan banyak pihak. Mereka mencetak tiga gol tanpa balas!
Kedua, setali tiga uang, pemain2 Malaysia mewujudkan psywar sang pelatih dengan bermain keras dan tegas layaknya macan yang kehilangan anaknya. Mereka bermain seperti tak kenal lelah. Dimana bola bergulir disitu pasti ada satu atau dua pemain Malaysia. Kala bola dikaki pemain Indonesia pun, meski berada disisi kanan kiri atau tengah, mereka tak memberi kesempatan kita untuk menguasai bola terlalu lama.
Sebaliknya pemain kita sepertinya cenderung bermain safe, bermain apa adanya, toh dulu pernah menang, kenapa malam ini tidak. Alamak glodak.....perasaan over confident itu justru berbuah blunder yang membuat kepala penonton tak berhenti geleng. Gol pertama Malaysia tercipta berawal dari kelebihan percaya diri tersebut. Bola yang seharusnya diamankan justru dibuat mainan. Ini final man, kok bisa pemain belakang satu ini begitu yakin tak ada pemain Malaysia yg bisa mengejar bola yg akan keluar lapangan. Lupa ya ente bahwa malam itu yg bermain adalah sekumpulan harimau, karakter harimau adalah binatang yang kalau sudah mengejar mangsa tak akan mengendurkan langkah sebelum mangsa tertangkap. There you go brother, one-nul for the tiger.
Keempat, secara keseluruhan tak ada yg istimewa sebenarnya dari permainan timnas Malaysia. Tak ada strategi jitu yang membuat mereka unggul malam ini. Bahkan Pilipina scr kualitas sebenernya lawan yg lebih tangguh buat Indonesia. Tapi hanya satu kuncinya, mereka ngoyo, jauh lebih ngoyo. Karena mereka ingin memetik kemenangan di leg pertama ini. Sekali lagi, mereka ingin menang. Sementara pemain kita ? "Tenang masih ada leg kedua di kandang" :)
Masih ada pertandingan dikandang.....hehehe....sadarkah kau kawan akan kemenangan demi kemenangan yg kalian raih. Kalian hancurkan Laos, anda singkirkan (beras) Thailand, Philipine pun tak luput anda gilas, itu semua anda lakukan dibumi anda sendiri! Tanpa mengecilkan jerih payah anda, tapi kami ingin Garuda terbang gagah gempita diluar kandang sana. Kami rela ber-tret-tet-tet dari Nusantara menuju kandang macan untuk bersama-sama berjuang dan menjadi saksi Garuda membuat ompong gigi sang macan. Kami rela menunda muktamar, kami tak segan menunda bepergian minggu malam, karena kami ingin menikmati permainan cantik tim Garuda...
Tapi sayang, semangat para pejuang dilapangan tak sebesar semangat kami para pendukung. Anda mungkin gentar dan grogi melihat gelegar suporter malaysia, laskar Indonesia mungkin silau dengan trik licik laser berwarna hijau, tapi kami yakin anda sudah memberikan yang terbaik dari apa yang anda bisa. Dan malam ini telah memberi pelajaran banyak hal. Yang tak kalah penting adalah pengalaman bermain dikandang lawan.
Asa itu masih ada (Metro News, 2010). Bisa jadi Garuda kini terbang pulang ke kediaman dg sedikit tertunduk. Tapi kami masih punya sayap. Sayap yang apabila kami kepakkan dengan penuh semangat dapat membuat kami terbang lebih tinggi dan melesat lebih cepat daripada seekor harimau!!
Comments